Jumat, 20 November 2009

TESIS

 Simple Present

 Bentuk negatif Simple Present - kata kerja “to be”

Kalimat negatif dan pertanyaan bentuk simple present yang menggunakan kata kerja “to be” terbentuk secara berbeda dengan pertanyaan-pertanyaan lain. Untuk membuat kalimat negatif kita cukup menambahkan “not” sebelum kata kerja “to be”.

- Kalimat: You are a doctor
- Negatif: Your are not a doctor

- Kalimat: They are cats
- Negatif: They are not cats

Berikut adalah bentuk negatif dari kata kerja “to be” dalam bentuk Simple Present (bentuk sekarang sederhana):

Tunggal
I am not
You are not
He is not
She is not
It is not

Jamak
We are not
You are not
They are not

 Pertanyaan Simple Present

Untuk membuat pertanyaan kita cukup membalik posisi subjek dan “to be”.

- Kalimat: You are a doctor
- Pertanyaan: Are you a doctor?

- Kalimat: They are cats
- Pertanyaan: Are they cats?

“To be” sebagai pertanyaan dalam bentuk Simple Present adalah sebagai berikut:

Tunggal
Am I (a teacher) ?
Are you …?
Is he …?
Is she …?
Is it …?

Jamak
Are we …?
Are you …?
Are they …?

Jawaban-jawaban singkat

Kita bisa menjawa pertanyana-pertanyaan ini dengan jawaban singkat menggunakan kata kerja “to be”. Sebagai contoh:

- Are you a teacher?
- Yes, I am / No, I am not

- Is he a Student?
- Yes, he is. / No, he is not.

Perlu diperhatikan bahwa dalam bahasa Inggris lisan kita biasanya menggunakan singkatan (contraction) untuk bentuk negatif. Contoh:

No, I am not, bisa disingkat menjadi No, I’m not.

Singkatan-singkatan ini akan dipelajari khusus pada unit selanjutnya.

Contoh penggunaan dalam dialog:

(1) Sylvia, are you a teacher?
No, I’m not. I’m a doctor.
That’s great!

(2) So Tyler, what do you do?
I’m a businessman. How about you?
I’m a singer.
Wow, that’s great!

(3) What does your friend look like, Sylvia?
Oh, he’s tall, handsome, and he has brown hair.
Is he kind?
Yes, he’s very kind. He’s really nice!

(4) Hi, my name is Tyler. I’m tall, I’m funny, and I’m really happy. I’m a teacher and web designer. My friend’s name is Sylvia, she’s very cute, tall, and kind. She’s a teacher, too. She’s also really smart. It’s nice to meet you!

Kosa kata baru:

teacher = guru
doctor = dokter
great = hebat
do = kerjakan/pekerjaan
businessman = pebisnis
singer = penyayi
friend = teman
look like = seperti
tall = tinggi
handsome = tampan hair = rambut
brown = coklat
kind = baik
funny = menyenangkan
happy = bahagia/senang
web designer = perancang situs
cute = manis/elok
smart = cerdas
really = sungguh


Future Perfect Continuous Tense 

Kita menggunakan tenses ini untuk menyatakan tindakan-tindakan yang sedang akan terjadi pada waktu tertentu di masa yang akan datang. Beberapa ekspresi waktu yang umum digunakan dalam Future Perfect Continuous:

- By tomorrow / 8 o’clock
- This year / month / week
- Next year / month / week

Bentuk

Subjek + will + have + been + Verb+ing. Contoh:

We will have been driving 6 hours by the time we get home.
In the summer Mike will have been trying to find a new job for five months.
Jane will be very tired when she comes home, because she will have been flying over 24 hours.
My father and I will have been breeding sheep for 20 years tomorrow.
By the year 2020, linguists will have been studying and defining the Indo-European language family for more than 200 years.
Catatan: Jika durasi sebuah aktivitas (sejak April, selama 3 jam) tidak diketahui maka Future Continuous harus digunakan ketimbang bentuk perfect.

Untuk bentuk negatif kita tambahkan not.

She won’t have been writing the book for four months by the end of October.
Kalimat-kalimat negatif kedengarannya tidak natural. Kemungkinan karena jawaban terhadap sebuah pertanyaan seperti “Will she have been teaching for 30 years this year?” cukup “No, I don’t think so”.

Bentuk negatif memiliki pola sebagai berikut:

Will + subjek + have + been + verb+ing. Contoh:

Will he have been writing the composition for a month by the end of February?
Pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan “how long” lebih umum:

How long will you have been learning German this year?
How long will you have been trying to get your driving license this week? I hope you’ll finally make it!

Past Perfect Continuous Tense


Past Perfect Continuous (Past Perfect Progressive) digunakan untuk menyatakan tindakan-tindakan yang dimulai di waktu lampau dan berakhir sampai pada waktu yang lainnya di masa lampau juga.
Durasi tindakan masa lampau sampai titik waktu tertentu di masa lampau juga
Kalimat-kalimat pengandaian (a) dan reported speech (b)
Bentuk

Subjek + had + been + verb+ing. Contoh:

I had been running for an hour when it started raining. (Kegunaan 1)
Mary said she had never been swimming so much in one day. (Kegunaan 2b)
Kathy put on weight because she had been eating too much sugar (Kegunaan 1)
When I saw him I knew that he had been training. (Kegunaan 1)
Bentuk bertanya memiliki pola sebagai berikut:

Had + Subjek + been + verb+ing. Contoh:

For how many hours had Fred been painting the house when the ladder fell?
How long had the player been playing before he scored?
Untuk bentuk negatif kita tambahkan not. Contoh:

He said he wasn’t tired because he hadn’t been working that day. (Kegunaan 2b)
If it hadn’t been raining, we would have played football. (Kegunaan 2a)
Had I not been studying all night, I would have problems with this test now. (Kegunaan 2a)
Perbedaan Past Perfect dan Past Perfect Continuous

Past Perfect menekankan selesainya (atau hasil tindakan lengkap) sedangkan Past Perfect Continuous menekankan durasi atau aktivitas sebuah tindakan. Contoh:

By the time we arrived, he had left the house. (Past Perfect)
By the time we arrived, he had been playing poker with his friends for 2 hours. (Continuous)
Perbedaan Present Perfect Continuous dan Past Perfect Continuous

Past Perfect Continuous, berbeda dengan Present Continuous, tidak pernah menyatakan tindakan-tindakan yang berlanjut sampai sekarang.

He has been playing for two hours. (Dia masih sedang bermain atau baru saja berhenti.)
He had been playing for two hours when I arrived. (Dia tidak sedang bermain bola sekarang.)

Present Perfect Continuous

Kita menggunakan Present Perfect Continuous (Progressive) untuk menyatakan tindakan-tindakan yang bermula di masa lampau dan terus berlanjut di masa sekarang.Tensis ini juga digunakan untuk membicarakan tentang tindakan-tindakan yang bermula di masa lampau dan baru saja telah berakhir.

Kegunaan

Untuk menyatakan tindakan-tindakan yang bermula di masa lampau dan terus berlanjut di masa sekarang
Untuk menyatakan tindakan-tindakan yang belum lama ini diselesaikan
Since dan For

Science dan for merupakan ekspresi waktu sangat umum yang digunakan bersama dengan Present Perfect Continuous. Kita menggunakan for dengan sebuah periode waktu. Contoh:

I have been living here for 20 years.
Ketika berbicara tentang sebuah titik permulaan, kita menggunakan sincedengan sebuah titik dalam waktu.

I have been living here since 1960.
Perlu diperhatikan bahwa dalam Present Perfect Continuous anda tidak dapat menggunakan ekspresi waktu seperti:

two months ago
one year ago
last week
yesterday
when I was five years old
Ekspresi waktu diatas tidak dapat digunakan karena ekspresi-ekspresi waktu ini merinci secara akurat kapan sesuatu terjadi. Akan tetapi, anda bisa menggunakan ekspresi waktu seperti:

already
yet
before
never
recently
at last
ever
just
lately
Perbedaan Present Perfect dan Present Prefect Continuous

Pada kebanyakan kasus, kedua tenses ini dapat digunakan pada konteks yang sama. Contoh:

I have lived in Los Angeles since 1985.
I have been living in Los Angeles since 1985.
Ada beberapa situasi dimana penggunaan salah satu tenses ini lebih baik dari tenses lainnya.

Untuk menekankan durasi sebuah tindakan, gunakan Present Perfect Continuous

I’ve been trading cars for 10 years.
Untuk menekankan hasil sebuah tindakan, gunakan bentuk Present Perfect

He has just came back from work.
I have finished my workout.
I’ve bought a new car.
Tip: Ada beberapa kata yang memberikan indikasi tenses mana yang harus digunakan.

Contoh sederhana “never” dan “ever” mengindikasikan penggunaan present perfect

Kimberly has never had an accident.
Have you ever seen an alien?
“how long”, “since” dan “for” mengindikasikan penggunaan Present Perfect Continuous.

How long have you been staring at this car?
I have been fishing for 2 hours.
Bentuk

Present Perfect Continuous terdiri dari sebuah subjek, sebuah kata kerja -ingdan dua kata kerja bantu (”been” dan “have”).

Subject + has/have + been + verb+ing

Contoh:

She has been crying in her room for half an hour now
We‘ve been waiting for a good offer to buy a car since March
I‘ve been waiting for you to come (but now you’re back!)
Untuk bentuk negatif ditambahkan not. Contoh:

I haven’t been sleeping very well recently
I haven’t been waiting for 50 minutes
John hasn’t been using his A drive for a long time
Untuk bentuk bertanya kita menukar posisi have/has dengan subjek. Contoh:

Have you been running?
Has Tom been walking the dog?
How long have you been learning English?
What have you been doing there?

Kamis, 19 November 2009

TDM,FDM,CDM



Pengertian Multiplexing
Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai Frequency Division Multiplexing ada baiknya kita membahas apa itu multiplexing. Multiplexing adalah teknik menggabungkan beberapa sinyal secara bersamaan pada suatu saluran transmisi. Di sisi penerima, pemisahan gabungan sinyal tersebut sesuai dengan tujuan masing-masing disebut Demultiplexing.Dalam multiplexing, perangkat yang memalukan multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver/Mux. Receiver atau  perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut juga dengan istilah Demux. Multiplexer mengkombinasikan (me-multiplex) data dari n input dan mentransmisi melalui kapasitas data link yang tinggi. Demultiplexer menerima aliran data yang di-multiplex (pemisahan (demultiplex) dari data tersebut tergantung pada saluran) dan mengirimnya ke line output yang diminta.


Jenis-Jenis Multiplexing
  1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
  2. Time Division Multiplexing (TDM)
  3. Statistical Time Division Multiplexing (STDM)
Frequency Division Multiplexing (FDM)
Frequency Division Multiplexing (FDM) adalah teknik menggabungkan banyak saluran input menjadi sebuah saluran output berdasarkan frekuensi. Jadi total bandwith dari keseluruhan saluran dibagi menjadi sub-sub saluran oleh frekuensi.

sistem FDM, umumnya terdiri dari 2 peralatan terminal dan penguat ulang saluran transmisi (repeater transmission line):
  1. Peralatan Terminal (Terminal Equipment) Peralatan terminal terdiri dari bagian yang mengirimkan sinyal frekuensi ke repeater dan bagian penerima yang menerima sinyal tersebut dan mengubahnya kembali menjadi frekuensi semula.
  2. Peralatan Penguat Ulang (Repeater Equipment) Repeater equipment terdiri dari penguat (amplifier) dan equalizer yang fungsinya masing-masing untuk mengkompensir redaman dan kecacatan redaman (attenuation distortion), sewaktu transmisi melewati saluran melewati saluran antara kedua repeater masing-masing.
Contoh Penggunaan FDM
Pada penyiaran radio yang menggunakan gelombang FM, frekuensi mulai dari 88 MHz s/d 108 MHz digunakan untuk penyiaran radio FM komersil. Frekuensi 88-108 MHz dibagi ke sub-band 200 KHz. Bandwidth dengan frekuensi 200 KHz sudah mencukupi untuk penyiaran radio FM dengan kualitas yang tinggi. Stasiun radio dapat dikenali dengan frekuensi pusat dari saluran masing-masing (ex: 91.5 MHz, 103.7 MHz). Sistem ini dapat memungkinkan pendengar radio mendengar sekitar 100 stasiun radio yang berlainan. Contoh lain dari penggunaan FDM: pada jaringan telepon analog dan jaringan satelit analog. Selain itu ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (Asymetric Digital Subcriber Loop ).


Kelebihan & Kekurangan FDM
Kelebihan:
  • FDM tidak sensitif terhadap perambatan /perkembangan keterlambatan. Tehnik persamaan saluran (channel equalization) yang diperlukan untuk sistem FDM tidak sekompleks seperti yang digunakan pada sistem TDM.
Kekurangan:
  • Adanya kebutuhan untuk memfilter bandpass,  yang harganya relatif mahal dan rumit untuk dibangun (penggunaan filter tersebut biasanya digunakan dalam transmitter dan receiver)
  • Penguat tenaga (power amplifier) di transmitter yang digunakan memiliki karakteristik nonlinear (penguat linear lebih komplek untuk dibuat), dan amplifikasi nonlinear mengarah kepada pembuatan komponen spektral out-of-band yang dapat mengganggu saluran FDM yang lain.
Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM)
  • Skema FDM yang memanfaatkan metode modulasi multi-carrier digital
  • Membagi frekuensi menjadi beberapa sub-carrier yang saling orthogonal untuk menghilangkan bidang penghalang
  • Keunggulan utama dari OFDM adalah efisiensi spektrum yang lebih tinggi dibandingkan tehnik multicarrier konvensional
  • (Hazy, 1997) Pemakaian OFDM mampu menghemat bandwidth hingga 50%
Penggunaan OFDM
  • DAB (Digital Audio Broadcasting) di Eropa
  • ADSL – OFDM menjadi basis untuk standar global ADSL
  • WLAN – sedang dikembangkan teknologi point-to-point atau point-to-multipoint menggunakan teknologi OFDM
Wavelength Division Multiplexing (WDM)
  • Dalam teknologi komunikasi fiber optik, WDM adalah teknologi yang me-multiplex banyak sinyal pembawa optik di satu saluran fiber optik dengan menggunakan panjang gelombang (warna) dari cahaya laser untuk membawa sinyal yang berbeda
  • Istilah WDM digunakan di pembawa optik, yang mana FDM digunakan di pembawa radio



TDMA (TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS)


PENGERTIAN
Merupakan transmisi teknologi digital yang memungkinkan sejumlah user untuk mengakses sebuah channel frekuensi radio tanpa interferensi dengan cara mengalokasikan slot waktu yang unik bagi tiap user dalam setiap channel.

Latar Belakang
Industri wireless mulai mengubah jaringan analog ke jaringan digital dengan tujuan meningkatkan kapasitas pada era 80-an. Pada 1989, Cellular Telecommunication Industry Association (CTIA) lebih memilih standarisasi narrowband TDMA daripada Frequency Division Multiple Access (FDMA) (disebut juga Narrowband Analog Mobile-Phone Service [NAMPS]) milik Motorola sebagai pilihan teknologi untuk frekuensi 800-MHz yang telah ada dan frekuensi 1.9-GHz yang akan digunakan.
Dua sistem besar yang membagi RF(Radio Frequency) adalah TDMA dan CDMA. TDMA dirancang untuk digunakan dalam berbagai cakupan lingkungan dan situasi, mulai dari penggunaan mesin portable di pusat perkantoran sampai pengguna aktif yang melakukan perjalanan dalam kecepatan tinggi. Sistem ini juga mendukung berbagai layanan bagi pengguna, seperti: suara, data, fax, SMS serta Broadcast Message. TDMA menawarkan interface angkasa yang fleksibel, menyediakan layanan dengan performa tinggi yang menghasilkan kapasitas, cakupan serta dukungan tak terbatas pada mobilitas dan kemampuan untuk menangani berbagai kebutuhan pengguna yang berbeda.
Karena telah diadopsi oleh GSM, Japanese Digital Cellular (JDC) dan North American Digital Cellular (NADC), TDMA dan variannya merupakan teknologi yang paling banyak dipilih di seluruh dunia.




Cara Kerja TDMA
TDMA bergantung pada sinyal audio yang telah didigitalisasi yang kemudian dibagi menjadi sejumlah paket berukuran milidetik. TDMA mengalokasikan sebuah channel frekuensi untuk waktu yang singkat dan kemudian dipindahkan ke channel lain. Sampel digital dari sebuah transmitter menempati slot waktu yang berbeda dalam beberapa band dalam waktu yang sama.


Keuntungan TDMA
  1. Meningkatkan efisiensi transmisi.
  2. Dapat dengan mudah diadaptasi pada transmisi data sebagaimana pada transmisi suara.
  3. User tidak akan mengalami interferensi selama transmisi.
  4. Memperpanjang masa pakai baterai dan talktime.
  5. Menghemat biaya peralatan, ruang dan pemeliharaan.
  6. Teknologi paling cost-effective untuk mengupgrade sistem analog yang ada ke digital.
  7. Layanannya compatible untuk ponsel dual-mode.
Kerugian TDMA
  1. Pemborosan bandwidth.
  2. User telah memiliki slot waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Multipath distortion.

FRAME RELAY

Pada bagian ini akan dibahas pengetahuan tambahan tentang Frame Relay, serta perkembangannya sampai saat ini yang nampaknya agak spektakuler, yakni kemampuannya untuk menangani lalu lintas komunikasi suara (telepon), serta berantarkerja (interworking) dengan jaringan ATM (mode transfer asinkron), suatu hal yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Cara Kerja Frame Relay
Frame Relay merupakan suatu layanan data paket yang memungkinkan beberapa pengguna menggunakan satu jalur transmisi pada waktu yang bersamaan. Untuk lalu lintas komunikasi yang padat, Frame Relay jauh lebih efisien daripada sirkit sewa (leased line) yang disediakan khusus untuk satu pelanggan (dedicated), yang umumnya hanya terpakai 10% sampai 20% dari kapasitas lebar pita (bandwidth)-nya. Dalam teknik telekomunikasi, penyakelaran paket (packet switching) dikembangkan untuk memenuhi komunikasi data yang sifatnya cepat dan akurat. Sebuah paket dapat digambarkan seperti sebuah amplop atau sampul surat tercatat, mempunyai alamat tujuan, alamat pengirim atau alamat kembali jika kiriman tidak sampai dan tentu saja isi pesannya atau beritanya sebagai hal yang pokok.
Dalam paket yang berisi data elektronik, masih dilengkapi dengan deteksi kesalahan, ada pula konfirmasi dari si penerima dalam bentuk kode yang dikirim kembali ke pengirim, apakah paket dapat diterima secara utuh. Pada paket data ini ada istilah frame (bingkai) yakni yang menyatakan batas bingkai sebuah paket. Batas frame ditandai dengan flag. Demikianlah sehingga data dibawa sepanjang jalur komunikasi dalam bentuk frame-frame.


ARSITEKTUR FRAME RELAY
Inti dari FRS adalah packet yang dikirimkan, disebut juga frame. Masing-masing frame memiliki header fix dan payload yang besarnya variabel. Limited error control pada frame relay(error detection link-by-link, error recovery end-to-end, no flow control). Flag Data link connection identifier (DLCI) (6 bits) C/R & EA (2 bits) DLCI extension (4 bits) Congestion information bits ( 3 bits) EA (1 bit) Payload (262 - 8000 bytes) Frame Check Sequnce Flag.
Tidak seperti paket LAN, frame ini tidak mengandung alamta sumber atau tujuan. Ini karena sumber dan tujuan dispesifikasikan untuk koneksi saat waktu instalasi (untuk PVC) atau selama call setup (untuk SVC). Dalam kedua kasus, hasilnya adalah DLCI yang mengidentifikasikan VC yang diasosiasikan dengan koneksi. Frame Check Sequence dihitung ketika frame dibuat, dan diinjeksikan ke network interface. FCS ini di cek setiap hop di jaringan FRS dan jika dideteksi kesalahan maka Frame tersebut dibuang. Inti dari FRS adalah packet yang dikirimkan, disebut juga frame. Masing-masing frame memiliki header fix dan payload yang besarnya variabel.

Interkoneksi LAN menggunakan Frame Relay Service
FRS memiliki banyak kegunaan untuk teknologi interkoneksi LAN. Pertama, keuntungan tradisional dari packet switching pada FRS, koneksi fisik jaringan tunggal memotong pembiayaan hardware dan jalur, bandwidth on-demand mensupport pola traffic yang bursty, dan proses charges hanya terjadi saat proses transfer data. Kedua, Frame informasi yang besarnya variabel dapat mengakomodasi berbagai jenis embedded paket LAN, seperti tampak pada gambar di bawah. Ini merupakan keuntungan dari FRS yang bisa digunakan sebagai bridges atau router.
Keuntungan lainnya ialah FRS tidak sensitif terhadap jarak, sehingga cocok untuk koneksi metropolitan. Sepanjang semua node termasuk ke dalam satu cloud, tidak ada inter-exchange carriers dimasukkan ke dalam biaya jalur dan biayanya murni tergantung pada bandwidth. Pertimbangan primer pemesanan FRS adalah payload maksimum dan harga CIR/CBS. Harus diyakinkan bahwa maksimum payload yang disupport dapat mengakomodasi paket terbesar pada jaringan LAN yang ingin dikoneksikan.
CIR harus dipilih dengan harga yang sudah ditoleransi dengan suatu margin tertentu, setelah dilakukan pengukuran kecepatan traffic koneksi. Jadi, jika rata-rata aliran traffic 220 kbps, CIR bisa dipiih 256 kbps yang akan mencegah penolakan karena congestion traffic yang biasanya melebihi harga rata-rata ini. CBS bisa dipilih untuk harga konservatif, jika dilakukan pengukuran yang menghasilkan burst maksimum 900 kilo bits pada dua hingga tiga detik interval, harga CBS bisa dipilih 1000 kilo bits yang akan meyakinkan bahwa perubahan traffic tidak menimbulkan congestion pada traffic. Servis transport lokal - channel yang menghubungkan interface jaringan dengan FRS switch - harus dipilih yang bisa memenuhi perpindahan carrier lokal (local exchange carrier). Link digital harus cukup kapasitasnya untuk menangani maksimum traffic.
Layanan PASOPATI yang pernah ditawarkan oleh penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia beberapa waktu yang lalu ternyata kurang mendapat tanggapan dari pengguna jasa di Indonesia. ISDN berbasis 64 kbps ini (sering disebut sebagai N-ISDN) ternyata hanya dapat memberikan servis berupa (digital) telepon, data, telemetry, (digital) faksimile dan multimedia secara terbatas.

Protokol X.25

Standar internasional untuk akses jaringan dengan penyakelaran paket (packet switching) yang pertama muncul adalah X.25, yang direkomendasikan oleh CCITT (sekarang ITU-T) pada tahun 1976. Frame Relay yang muncul setelah X.25 ternyata jauh lebih efektif daripada X.25, karena X.25 kerjanya menjadi lambat karena adanya koreksi dan deteksi kesalahan. Frame Relay memiliki sedikit perbedaan, ia mendefinisikan secara berulang header-nya pada bagian awal dari frame seperti terlihat pada Gambar 1d, sehingga dihasilkan header frame normal 2-byte. Header Frame Relay dapat juga diperluas menjadi 3-byte atau 4-byte untuk menambah ruang alamat total yang disediakan. Dalam gambar-gambar yang mengilustrasikan jaringan-jaringan Frame Relay, piranti-piranti pengguna ditunjukkan sebagai pengarah-pengarah LAN, karena hal tersebut merupakan aplikasi Frame Relay yang berlaku secara umum. Tentu saja mereka dapat juga merupakan jembatan-jembatan LAN, Host atau front-end processor atau piranti lainnya dengan sebuah antarmuka Frame Relay.
Header Frame Relay terdiri dari deretan angka sepuluh bit, DLCI (Data Link Connection Identifier) merupakan nomor rangkaian virtual Frame Relay yang berkaitan dengan arah tujuan frame tersebut. Dalam hal hubungan antar kerja LAN-WAN, DLCI ini akan menunjukkan port-port yang merupakan LAN pada sisi tujuan yang akan dicapai. Adanya DLCI tersebut memungkinkan data mencapai simpul (node) Frame Relay yang akan dikirimi melalui jaringan dengan menempuh proses tiga langkah yang sederhana yakni:


    • Memeriksa integritas dari frame-nya dengan menggunakan FCS (Frame Check Sequence). Jika melalui pemeriksaan ini diketahui adanya suatu kesalahan, frame tersebut akan dibuang.
    • Mencari DLCI dalam suatu tabel. Jika DLCI tersebut tidak didefinisikan untuk link (hubungan) yang dimaksud, frame akan dibuang.
    • Mengirim ulang (disebut mrelay) frame tersebut menuju tujuannya dengan mengirimnya ke luar, ke port atau trunk (jalur) yang telah dispesifikasikan dalam daftar tabelnya.Dengan demikian, simpul Frame Relay tidak melakukan banyak langkah pemrosesan sebagaimana halnya dalam protokol-protokol yang mempunyai keistimewaan penuh seperti X.25.Membandingkan kesederhanaan Frame Relay dengan pemrosesan pada X.25 yang lebih kompleks.
     Demi praktisnya gambar tersebut mencerminkan jalur dari suatu paket data yang sudah valid. Deskripsi yang menunjukkan pemrosesan langkah-langkah untuk error recovery (pemulihan akibat adanya kesalahan) dan frame non-informasi untuk X.25 akan jauh lebih rumit. Rangkaian-rangkaian pada Frame Relay merupakan rangkaian Virtual Circuit (VC). VC ini diatur sejak awal secara administratif baik oleh operator jaringan melalui sistem manajemen jaringan ( disebut PVC (permanent virtual circuit), maupun melalui suatu basis call-by-call dalam aliran data normal dengan menggunakan suatu perintah dari pengguna jaringannya (disebut SVC (switched virtual circuit). Untuk X.25, metode normal penciptaan panggilan (call set-up) adalah dengan SVC. Karena VC pada Frame Relay pada umumnya menentukan atau mendefinisikan suatu hubungan antara dua LAN. Sebuah VC baru tentu dibutuhkan jika akan memasang sebuah LAN yang baru ke jaringan tersebut, yang dapat di-set-up melalui PVC atau SVC.


    FORMAT PAKET X.25
    Untuk virtual circuit yang menggunakan nomor urut 15 bit, header dimulai oleh
    oktet identifikasi protokol dengan pola 00110000
    Header selalu berisi nomor virtual circuit 12 bit:
    • Nomor grup 4 bit
    • Nomor kanal 8 bit
    P(S) adalah nomor urut paket, P® adalah nomor urut ACK, bit Q tidak
    didefinisikan dalam standar X25 (cadangan)
    Data/informasi kontrol dikirimkan dengan format khusus; digunakan untuk
    pembangunan, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan virtual circuit
    Sebagai contoh, paket Call Request meliputi field tambahan:
    • Panjang alamat DTE sumber (4 bit)
    • Panjang alamat DTE tujuan (4 bit)
    • Alamat-alamat DTE (variabel) alamat lengkap DTE sumber dan tujuan
    • Fasilitas lain
    terdiri atas kode fasilitas 8-bit dan kode parameter 8-bit

    Minggu, 01 November 2009

    Beberapa Bentuk Ancaman Jaringan
    •Sniffer
    Peralatan yang dapat memonitor proses yang sedang berlangsung
    •Spoofing
    Penggunaan komputer untuk meniru (dengan cara menimpaidentitas atau alamat IP.
    •Remote Attack
    Segala bentuk seranganter hadap suatu mesin dimana penyerangnya tidak memiliki kendali terhadap mesin tersebut karena dilakukan dari jarak jauh di luar sistem jaringan atau media transmisi
    •Hole
    Kondisi dari software atau hardware yang bisa diakses oleh pemakai yang tidak memiliki otoritas atau meningkatnya tingkat pengaksesan tanpa melalui prosesotorisasi
    Phreaking
    Perilaku menjadikan sistem pengamanan telepon melemah
    •Hacker
    –Orang yang secaradiam-diam mempelajari sistem
    yang biasany asukar dimengerti untuk kemudian
    mengelolanya dan men-share hasil uji coba yang
    dilakukannya.
    –Hacker tidak merusaksistem
    •Craker
    –Orang yang secara diam-diam mempelajari sistem
    dengan maksud jahat
    –Muncul karena sifat dasar manusia yang selalu ingin
    membangun(salah satunya merusak)

    Cracker
    – Ciri-ciri cracker :
    •Bisa membuat program C, C++ ataupearl
    •Memiliki pengetahuan TCP/IP
    •Menggunakan internet lebih dari 50 jam per-
    bulan
    •Menguasai sistem operasi UNIX atau VMS
    •Suka mengoleksi software atau hardware lama
    •Terhubung ke internet untuk menjalankan
    aksinya
    •Melakukan aksinya pada malam hari, dengan
    alasan waktu yang memungkinkan, jalur
    komunikasi tidak padat, tidak mudah diketahui
    oranglain

    Penyebab cracker melakukan penyerangan:
    • spite, kecewa, balas dendam
    • sport, petualangan
    • profit, mencari keuntungan dari imbalan
    orang lain
    • stupidity, mencari perhatian
    • cruriosity, mencari perhatian
    • politics, alasan politis

    Ciri-cir itarget yang dibobol cracker :
    • Sulit ditentukan
    • Biasanya organisasi besar dan financial dengan sistem
    pengamanan yang canggih
    • Bila yang dibobol jaringan kecil biasanya sistem
    pengamanannya lemah, dan pemiliknya baru dalam bidang internet
    – Ciri-ciri target yang “berhasil” dibobolcracker :
    • Pengguna bisa mengakses, bisa masuk kejaringan tanpa
    “nama”dan“password”
    • Pengganggu bisa mengakses, merusak, mengubah atau
    sejenisnya terhadap data
    • Pengganggu bisa mengambil alih kendali sistem
    • Sistem hang, gagal bekerja, reboot atau sistem berada
    dalam kondisi tidak dapat dioperasikan

    Rabu, 14 Oktober 2009

    IMPLEMENTASI PENGGUNAAN DAN
    PEMANFAATAN VIDEO CONFERENCE PADA
    PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

    I. PEMBAHASAN
    1.1 Video Conference
    Video conference yang juga dikenal dengan video teleconference adalah suatu teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan dua lokasi atau lebih untuk berinteraksi lewat video dan audio secara simultan. Video conference berbeda dengan videophone yang memang di desain untuk melayani video antar dua orang secara individu. Teknologi utama yang digunakan dalam sistem video conference adalah kompresi digital dari suara dan video stream yang real time.
    Teknologi video conference tidak lepas dari kemajuan teknologi kompresi audio dan video. Dengan banyaknya teknik kompresi yang ada saat ini memungkinkan audio dan video dapat dikirim secara bersamaan dalam jaringan dengan bandwidth yang seefisien mungkin dan dengan kualitas yang dapat diterima. Hardware atau software yang melakukan fungsi kompresi disebut dengan codec(coder/decoder). Codec merupakan singkatan dari compresi-decompresi yang merupakan proses pembungkusan suara ataupun video analog menjadi data digital dengan metoda tertentu sehinggga pengiriman suara atau video dapat dilakukan dalam bentuk paket-paket data. Codec dapat melewatkan suara atau video dalam jaringan IP dengan bandwidth yang kecil dan kualitas yang masih dapat diterima
    Beberapa contoh standar codec yang sering digunakan dalam komunikasi
    diantaranya:
    1. Untuk Audio
    G.711 ulaw / alaw, G.729,GSM, G.723, dll.
    2. Untuk Video
    H.261, H.263, H.264, dll.

    Layanan Video Conference bersifat seketika dengan resolusi yang baik dan interaktif. Pada jaringan digital, pengiriman suara membutuhkan kecepatan sekitar 64 Kbps dan pengiriman video membutuhkan kecepatan 1,5-2 Mbps. Untuk layanan video conference secara keseluruhan akan dibutuhkan kecepatan pengiriman sekitar 9,2 Mbps.

    Komponen – komponen yang dibutuhkan untuk sebuah sistem video conference di antaranya :
    1. Hardware
    - Video input : camera video atau webcam
    - Video output : monitor computer atau proyektor
    - Audio input : microphones
    - Audio output : speaker atau headphone
    - Media transfer data : LAN atau Internet
    2. Software
    Salah satu jenis contoh software adalah Access Grid dan yang terbaru dari software tersebut adalah Access Grid 3.2 beta

    Video Conference mempunyai beberapa jenis, antara lain:
    1. Distributed Video Conference
    Adalah suatu sistem video conference yang terdiri dari beberapa client yang melakukan konferensi secara langsung antar client yang saling berhubungan tanpa melalui sentral / control unit sebagai pengatur. Server disini berfungsi untuk proses call setup dan handshaking. Keuntungannya video dan audio yang dikirimkan mempunyai kualitas yang bagus karena tanpa direlay ke control unit dahulu.

    Gambar 1. Distributed Video Conference

    2. Centralized Video Conference
    Adalah suatu sistem video conference yang melibatkan beberapa client dengan satu MCU (Multiparty Control Unit) untuk memfasilitasi konferensi tersebut. MCU disini berfungsi sebagai pengatur dan pengendali yang melaksanakan proses seperti audio mixing, video switching dan mixing serta distribusi data dalam konferensi multipoint dan mengirimkan kembali datanya ke terminal yang berpartisipasi. MCU juga menyediakan pertukaran antara codec yang berbeda dan mungkin menggunakan multicast untuk mendistribusikan video yang telah diproses


    Dari jenis tersebut, maka video confererence pada perguruan tinggi negeri di Indonesia adalah Centralized Video Conference.

    1.2 Kelebihan dan Kekurangan Video Conference pada Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia
    a. Kelebihan Video Conference
    1. Pertemuan-pertemuan yang dilakukan, seperti kuliah umum dengan dosen/bernarasumber internasional atau seminar dari satu negara dengan negara lain dapat secara online sehingga akan menghemat biaya dan waktu.
    2. Informasi dan pengetahuan dapat berkembang dengan melakukan pertemuan atau diskusi dengan PT terbaik dalam negeri maupun luar negeri
    3. Tatap muka jarak jauh menjadi terasa lebih nyata
    4. Sebagai pendukung program e-learning PT
    5. PT dapat saling berbagi resource

    b. Kekurangan Video Conference
    1. E-learning yang dilakukan akan kurang efektif dengan bantuan video conference, karena kurang nyata dan belajar itu perlu pemahaman langsung.
    2. Bahasa sebagai alat komunikasi yang dimiliki oleh PTN dalam negeri berbeda dengan PT luar negeri

    1.3 Alasan Memilih Penggunaan dan Pemanfaatan Video Conference daripada dengan via Konvensional pada Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia
    Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak manfaat dari pemilihan video conference. Dengan video conference akan mendukung mobilitas dari para pengguna, perbedaan tempat tidak menjadi masalah. Video conference yang digunakan oleh perguruan tinggi negeri akan menghemat waktu yang di mana para dosen tidak perlu datang ke kampus apabila mengajar, mempermudah pertemuan beda negara dalam kuliah umum, diskusi, maupun seminar-seminar, dan akan memberikan informasi dan pengetahuan terbaru. Sedangkan apabila dengan via konvensial, pengadaan kuliah umum beda negara akan sangat tidak mungkin, apabila mugkin terjadi juga akan menelan biaya yang besar, selain itu juga akan menghabiskan waktu.

    1.4 Implementasi Video Conference pada Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia
    Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia telah berada di suatu jaringan komputer yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional Indonesia atas rumusan rancangan bersama dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Kemudian setelah dilaksanakan tender, maka terpilih PT Telkom sebagai penyedia infrastruktur jaringan, serta PT Multipolar sebagai Partner dari Cisco System yang menyediakan perangkat jaringan.

    Jaringan yang dibuat adalah sebuah jaringan backbone yang menyambungkan 32 perguruan tinggi negeri yang ada di masing-masing propinsi di seluruh Indonesia pada tahun 2006 yang dinamakan INHERENT (Indonesia Higher Education Network) yang tujuan dan fungsi utama jaringan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang kegiatan tridarma serta pengelolaan perguruan tinggi.

    Jaringan ini terdiri dari backbone fiber optik STM-1 berkecepatan 155 Mbps untuk interkoneksi antara universitas di pulau Jawa, serta backbone leased channel berkecepatan 8 Mbps untuk universitas di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi serta Bali dan Nusa Tenggara. Universitas di daerah Indonesia Timur mendapatkan akses satelit dari Jakarta dengan kecepatan 2 Mbps. Diagram jaringan dapat dilihat pada Gambar 3.

    Gambar 3. Diagram Jaringan INHERENT


    Salah satu fasilitasnya adalah membantu dalam implementasi video conference antar perguruan tinggi misalnya dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran jarak jauh (distance learning), khususnya berbasis TIK (e-learning). Slogan INHERENT adalah open access, open content dan opensource. Video conference memuat 3 elemen itu secara langsung. Open access: setiap perguruan tinggi yang punya koneksi, bisa daftar untuk berpartisipasi. Open content: diskusi video conference terbuka untuk dilihat siapa saja yang berminat. Opensource: siapa saja boleh merekam, mengolah dan menyebarluaskan tayangan video conference.

    Peralatan yang digunakan dalam fasilitas Video Conference pada jaringan INHERENT bagi PT adalah:
    1. Video Conference End-Point
    • Diutamakan koneksi IP (tidak perlu ISDN), conference koneksi 4-6 node
    • Spesifikasi kamera: Pan Tilt Zoom harus bagus!
    • Spesifikasi koneksi/signaling: H323/SIP support bandwidth 64 kbps-1Mbps
    • Auto NAT H.460.18, H.460.19 Firewall Traversal
    • Spesifikasi Video: H263/H264, baiknya support 16:9 (untuk widescreen)
    Contohnya:
    • Alat Vicon:
    Contoh : Polycom FSX 7000, Tandberg 550 MPX, Sony PCS-1, dll
    • Penting harusnya sudah termasuk:
    People+Content (Visual Concert, istilah Polycom)
    • Perlengkapan: Wide Screen LCD Monitor atau LCD projector
    Video Camera
    • Renovasi ruang
    2. PC Desktop
    • Support Linux, prosesor minimal setara Intel Core 2 Duo atau yang
    setara; disarankan 64 bit
    • Memory minimal 512M
    • Hardisk minimal 80 G
    • DVD RW
    • Ethernet card 10/100/1000
    • Video: 3D Accelerator (Intel, nVidia, dsb.)
    • Monitor 17” LCD
    3. PC Notebook
    • Support Linux
    • Berat maksimum 2 kg
    • Memory minimal 512M
    • Hardisk minimal 60G
    • VGA: Support 3D accelerator
    • Networking: Wi-Fi ready, EtherNET Card 10/100
    • Serial port (untuk console maintenance)
    4. Server
    • Prosesor: minimal Intel Xeon 64 bit atau yang setara
    • Memory: minimal 2 G
    • Hardisk: SCSI/SAS aplikasi banyak transaksi, SATA
    Aplikasi storage besar
    • Lan: 10/100/1000
    • Disarankan rackmount

    Contoh implementasi penggunaan dan pemanfaatan dari video conference perguruan-perguruan tinggi negeri dengan menggunakan jaringan INHERENT adalah:
    1. Video Conference Seminar, contohnya: Seminar Teknologi Grid Computing yang diselenggarakan oleh Sun Microsystem bekerjasama dengan Universitas Indonesia, disaksikan oleh empat universitas (ITB, Unibraw, UNDIP dan UGM).
    2. Aktivitas Video Conference untuk rapat antara Dikti dengan Universitas penerima Hibah K-1
    3. 08 Mei 2007, Launching program CMDG dan GLAD yang dilakukan oleh ITB 11
    4. 23-02-2009, 10:00-12:00: GDLN UI dan FE UI akan mengadakan kembali studium generale bidang manajemen dengan topik Marketing in Crisis, pembicara: Rhenald Kasali, PhD.
    5. 25-02-2009, 15.00-16.00: Dikti bekerjasama dengan British Council akan mengadakan widya telewicara tentang perguruan tinggi di UK dalam 4 sesi. Sesi keempat adalah tentang pendidikan Tourism & Hospitality related
    6. 14-10-2008, 09:00-12:00: UGM: Ekspose dan Diskusi Mengembangkan Kerja Sama Indonesia- Swedia dalam Pemanfaatan Limbah (Waste Refinery), program pemanfaatan limbah ini digagas oleh jurusan Teknik Kimia UGM bekerja sama dengan University of Boras dan Boras Municipality (Pemerintah Boras), Swedia
    7. 25-07-2008, 14.00-18.00: UGM-ITB-GDLN: International Video Workshop on Brick Masonry Structure. Sebagai bagian dari kerjasama antara Building Research Institute, Tokyo, dengan beberapa negara: Nepal, Pakistan dan Indonesia (UGM dan ITB)

    Selain di atas, ada contoh implementasi penggunaan dan pemenfaatan video conference yang tidak menggunakan jaringan INHERENT yaitu pada Universitas Indonesia:
    1. Video-Conference ALSA Universitas Indonesia dengan ALSA Waseda University, Jepang
    Pendidikan hukum tingkat sarjana (S1) di FHUI telah memasuki ke tingkat yang lebih tinggi dengan penggunaan fasilitas Video Conference yang tersedia di Ruang Multimedia Soemadipradja & Taher.
    Asian Law Student Association (ALSA) Komite Lokal Universitas Indonesia yang pertama kali menyelenggarakan Video Conference dengan ALSA Waseda University, Jepang.
    Kegiatan yang berupa seminar antar mahasiswa ini dilakukan pada tanggal 28 Juni 2007 yang membahas tema “Freedom of Religion”. Tema ini diangkat untuk mengetahui bagaimana praktek kebebasan beragama di kedua negara. Dengan demikian, dosen dan mahasiswa FHUI akan memiliki kualitas sebanding dengan dosen dan mahasiswa berbagai fakultas hukum di mancanegara.
    2. Video conference dengan University of California, Berkeley
    Pada hari Kamis, 8 November 2007, telah diadakan acara video conference dengan University of California, Berkeley. Acara ini berlangsung di ruang multimedia Soemadipradja & Taher mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. Acara ini merupakan kerjasama antara BEM FHUI dengan BSO ILMS. Dalam acara ini, peserta mendengarkan kuliah yang disampaikan oleh Prof. Andre T. Guzman mengenai topik yang diangkat dalam acara ini adalah Women’s Rights Under International Law atau Hak-hak Wanita Menurut Hukum Internasional. Prof. Andre T. Guzman adalah Profesor di bidang hukum yang saat ini mengajar di University of California, Berkeley (UC Berkeley).
    Hal-hal yang dibahas adalah mengenai diskriminasi terhadap wanita yang banyak terjadi di dunia pada masa sekarang ini. Untuk menanggulangi hal tersebut, disusunlah suatu konvensi wanita yang bernama Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women. Konvensi ini bertujuan untuk melindungi segala hak wanita yang terdiskriminasikan.

    Jumat, 09 Oktober 2009

    otHEr , aNOthER ...

    The words another, other, others and else are used to indicate one or more additional or different things.

    Another is formed from a combination of the words an and other, and has a meaning similar to one other. When used as an adjective, another can precede only a singular countable noun. When used as a pronoun, another takes a singular verb.
    e.g. Please bring me another knife.
    Another of her uncles lives in Montreal.
    In the first example, another modifies the singular noun knife. In the second example, the pronoun another is the subject of the singular verb lives.

    Other can be used with singular countable, plural countable or uncountable nouns.
    e.g. The other door is open.
    The other streets are paved.
    Do you have any other luggage?
    In these examples, other modifies the singular countable noun door, the plural countable noun streets, and the uncountable noun luggage.

    Another usually cannot be immediately preceded by a determiner. In contrast, when used before a singular countable noun, other usually must be preceded by a determiner.
    e.g. Please pass me the other cup.
    I do not know any other way to do it.
    There must be some other explanation.
    In these examples, other is used with the singular countable nouns cup, way and explanation, and is preceded by the determiners the, any and some.

    When other modifies a singular countable noun, the noun is sometimes omitted, particularly in the expression one ... the other.
    e.g. I have two pens. One is green and the other is blue.
    One of my parents is a teacher; the other is a doctor.

    In these examples, the nouns following the word other are understood, rather than expressed. In the following sentences, the nouns which are understood are enclosed in square brackets.
    e.g. I have two pens. One is green and the other [pen] is blue.
    One of my parents is a teacher; the other [parent] is a doctor.

    Others is a pronoun. Others can be used to take the place of the word other, followed by a plural countable noun.
    e.g. Those trees are hemlocks; the others are pines.
    Ten people belong to the group, and five others are planning to join.
    In the first example, others takes the place of the words other trees. In the second example, others takes the place of the words other people.

    Others is often used in the expression some ... others.
    e.g. Some books are easy to read, but others are quite difficult.
    Some people like classical music, while others prefer jazz.

    The word else has a meaning similar to other. However, rather than being used as an adjective preceding a noun, else usually follows interrogative pronouns such as who and what, and indefinite pronouns such as anyone and someone.
    e.g. Who else was at the meeting?
    What else is on the agenda?
    Has anyone else solved the problem?
    Someone else may be able to help you.